Rabu, 11 Januari 2012

Menemukan Kembali Rumus Luas Trapesium dengan Kontruktivisme Dalam Kaitanya Dengan Mengembangkan Teknik Pengajaran Geometri Di Sekolah Dasar

Judul Jurnal                  : Menemukan Kembali Rumus Luas Trapesium dengan Kontruktivisme.
Nama Penulis               : Isrok’atun                 
Tahun Penerbitan         : 2 September 2011
Nama Penerbit             : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang
Jumlah Halaman           : 2 halaman

Jurnal mengenai desain pembelajaran geometri di sekolah dasar dengan judul “Menemukan Kembali Rumus Luas Trapesium dengan Kontruktivisme” ini di tulis oleh seorang dosen dari UPI Kampus Serang, jurnal dengan judul diatas ini masuk dalam buku “Jurnal Mimbar Pendidikan Dasar” volume 02, no.2, September 2011, yang diterbitkan oleh Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang.
Jurnal yang berjudul “Menemukan Kembali Rumus Luas Trapesium dengan Kontruktivisme” ini berisi mengenai pembelajaran geometri di sekolah dasar yang cenderung lebih kepada hanya sekedar hapalan semata, itu merupakan salah satu kesalahan yang seringkali dilakukan. Karena ketika siswa hapal akan rumusan konsep tidak menjamin ia telah belajar geometri dalam arti yang sebenarnya. Justru yang harus diperhatikan dalam hubungannya dengan penguasaan konsep geometri adalah bagaimana anak membentuk konsep tersebut dalam struktur kognitifnya. Hal seperti di atas itu memang banyak ditemukan, karena memang pemahaman sebagian guru akan konsep dasar geometri itu sendiri dirasa kurang. Seperti contohnya ketika diminta untuk menjeaskan mengapa luas persegi panjang itu adalah panjang dikalikan lebarnya, mereka sendiri masih bingung untuk menjelaskannya. Oleh karena itu perlu sekiranya diberikan sebuah pemahaman, seperti apakah pembelajaran geometri dengan desain pembelajaran kontruktivisme untuk mencapai tujuan diatas.
Isi dari jurnal memang terasa cukup kontekstual dengan apa yang terjadi sekarang ini dimana tidak sedikit guru yang memang kurang menekankan penguasaan konsep dan lebih memperhatikan kepada hapalan semata, atau kurangnya pemahaman konsep dari guru itu sendiri.  Isi dari jurnal sendiri cukup baik memaparkan permasalahan-permasalahan yang terjadi seperti berikut, dan di akhir memberikan solusi bagaimana memberikan pola pengajaran yang lebih baik, sesuai dengan judul yang diangkat yaitu pengajaran Kontruktivisme.
Jurnal ini dirasa lebih ditujukan untuk para guru atau kalangan dunia pendidikan dan selebihnya mungkin untuk para pembaca, karena kaitannya sendiri adalah dengan dunia pengajaran yaitu matematika khususnya lagi mengenai geometri. Jurnal ini terlihat sudah cukup baik gaya penulisan tidak terkesan terlalu membuat pembaca bosan dan bisa menjadi lebih baik apabila pengemasan dari jurnal dibuat lebih komunikatif dan menarik. Dari segi isi jurnal ini memang sudah cukup baik karena melihat kepakaran dari penulis yang memang mempunyai latarbelakang pendidik, atau lebih tepatnya dosen. Hal tersebut dapat dilihat dari segi pengorganisasian yang dirasa cukup terorganisir dengan baik. Selebihnya pengemasan gaya dalam penulisan bisa lebih diperhatikan dan dikembangkan lagi agar para pembaca merasa lebih nyaman serta merasa lebih tertarik lagi ketika membaca jurnal ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar