Senin, 13 Februari 2012

SAMPAI DISINI SAJA!!!

Pemuda ini seperti seorang pegulat yang berada di kelas menari, sama sekali kelenturan itu tidak ada, tetapi pemuda ini seorang pegulat yang sedang menyelesaikan kelas menari demi sebuah tujuan yang tidak perlu diketahui toh pemuda ini yakin suatu saat nanti akan berdiri pada ring gulatnya beraksi di dunianya.

Menyesalnya sang pemuda ketika ia mencoba menjadi sosialita di kelas ini, mencoba becengkrama dengan penari penari lainnya yang mengikuti kelas ini dengan penuh sukacita karena ini jalan hidup yang mereka inginkan, usaha sang pemuda sepertinya berhasil tapi langkah yang dipakai seorang pegulat tetap saja bebeda dengan langkah yang dipakai penari, seorang pegulat tidak memakai hitungan dalam bergerak ia memakai insting dalam melakukan gerakan gemulainya untuk mencapai tujuannya menundukan mimpi, berbeda dengan seorang penari yang bergerak dengan ritme teratur penuh dengan seninya sendiri untuk memukau mimpinya.

Suatu ketika mereka menggarap sebuah tarian bersama untuksebuah pertunjukan.....


Mereka ingin membuat tarian kupu-kupu yang mengembangkan kedua sayapnya ke dua sisi, kanan dan kiri, ketika para penari sisi kiri sedang menggarap gerakan di kiri para penari kanan pun ikut bergabung dengan yang kiri, sang pegulat mulai bergerak dengan instingnya, ia menganggap apabila sisi kanan tidak segera di tuntaskan maka tarian ini tidak akan selesai tepat waktu sebelum pementasan, maka ia dengan sepenuh tenaga mencoba mengcover tarian di kanan meskipun sendiri, para penari lain tidak pernah tahu bagaimana situasi yang dihadapi pegulat dalam menyelesaikan tarian di sisi kanan, sampai akhirnya tarian tersebut tidak pernah selesai tepat waktu karena sang pegulat tidak bisa menyelesaikan tarian di kanan seorang diri dan baru di bantu penari lainnya di beberapa saat sebelum pementasan berlangsung....

pegulat: maaf saya mencoba menari di kanan dengan insting saya agar tarian kupu-kupu tersebut benar-benar indah karena mengembang dua sayapnya....
penari: seharusnya kamu memberi tahu kita apabila kamu mau menggarap tarian tersebut!!!
pegulat: tapi seperti ide awal kita akan membuat tarian yang mengembangkan kedua sayap kupu-kupu, namun saya kesulitan menyelesaikannya sendiri......
penari: ah, apabila kamu tidak bergerak sendiri dan memberi tahu kita setidaknya kita bisa membuat tarian kupu2 dengan sebelah sayap saja.....

pegulat benar2 tidak mengerti padahal ketika ia bergulat, apabila musuh harus dilumpuhkan dengan tinju dan tendangan maka kedua hal tersebut harus dilakukan dan tidak ada pengecualian sehingga hanya dengan meninju saja misalnya....

dan pada akhirnya mereka menghadapi para penonton yang hendak menonton tarian mereka yang indah tadi karena pementasan tidak pernah akan berlangsung!!!! penonton marah dan kecewa!!!

namun pada akhirnya tetap penari lainnya menyalahkan pegulat karena dianggap merusak keindahan tariannya. keduanya menjadi memiliki ketakutan yang sama terhadap hal berbeda, pegulat mencoba menjelaskan tetapi karena perbedaan tadi para penari menjawab dengan teori tarian yang mereka miliki, sungguh nihil bukan??? sebuah teori gulat yang dijawab dengan ilmu tarian

dan sang pegulat mulai resah dan bosan apabila ia terus berbicara dan membuat alasan, ia fikir hal tersebut hanya akan membuatnya terlihat lebih buruk dari sebelumnya.......
maka akhirnya ia menemukan sebuah jawaban atas keresahannya tadi....



apabila berbicara itu perak maka diam itu emas
tuhan menciptakan 2 telinga dan 1 mulut supaya kita lebih banyak mendengarkan ketimbang berbicara

maka dalam hal ini pegulat lebih memilih emas karena ketidakmampuannya memberikan pengertian kepada penari yang memiliki 2 mulut dan satu telinga.

pegulat memilih diam ketika harus terus menerus berbicara kepada para penari yang lebih banyak berbicara tanpa mendengarkan "memahami"

setiap orang berdiri pada titik kordinat berbeda, sehingga sudutnya memandang satu sama lain tidak pernah sama, penari tidak akan pernah mengerti jika ia tidak pernah mencoba melihat pegulat meggarap tarian tadi, itulah kenyataanya!!!!

pegulat dan penari sama sama memiliki ketakutan yang sama akan hal yang berbeda, bagi penari mungkin pegulat bukan pendengar yang baik karena selalu berbicara mengenai ketakutannya, tetapi bagi pegulat sang penaripun sama, sudah dikatakan kordinat mereka berbeda!!!!

sang pegulat diam tanpa akan lagi memberikan berbagai sanggahan atas tindakannya tadi, ia membiarkan tanggapan atas penari-penari lain yang melihat peribadinya sebagai seorang yang tak memiliki tanggung jawab, dan tidak pernah memperdulikan ketakutan para penari lainnya, dan berbagai pemikiran lainnya dari para penari.....
ia membiarkan para penari mencapnya sebagai seorang yang tidak memperdulikan orang lain dan selalu bergerak dengan liar tanpa memberi tahu penari lainya sebelumnya, padahal dalam pemikirannya hanya ingin memberikan sebuah bantuan tanpa harus berteriak teriak, ia hanya ingin para penari lain melihat dan mulai beraksi sepertinya....

ia menganggap afiliasinya kini hanya sendiri, hanya sekedar sama tahu bahwa mereka sedang menuntaskan kelas ini tanpa harus ada lagi keterikatann lainnya, ia merasa terlalu bergerak ke dalam dan terlalu ingin merubah gerakan bergoyang dengan pukulan tinjunya......
ini akhirnya, sakit seperti terkena pukulan bertubi2 dan lebih indah seperti tarian apabila semua ini selesai sampai disini saja!!!!!!!!!!

*ini bukanlah sebuah pembenaran, hanya secuil pendapat dari kordinat sang pegulat!!!
saya mengerti apabila anda tidak mengerti karena anda tidak berada pada kordinat sang pegulat......

5 komentar:

  1. Ada ada saja penggulat yang menjadi penari :D

    Cucu Hermawan

    BalasHapus
  2. tolong sampaikan pada pegulat,
    setiap orang sebenarnya juga perlu tahu apa yang diinginkannya
    apa tujuannya
    diam tidak selalu menyelesaikan masalah :)
    *mampir dan komentar cerita di blog saya ya *

    BalasHapus
  3. bener pesan yang terakhirnya, intinya jangan suka menyimpulkan sendiri toh kita emang lagi ngga berperan jadi orang lain..

    BalasHapus
  4. terimaksih kunjungannya & komentar2nya, pertama kali nulis ginian...... hehe :)

    BalasHapus